Sabar  

Posted by John alFarouq


"Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya)." (QS. Shad: 44)

Menjadi manusia yang sabar memerlukan kekuatan yang amat tinggi. Dalam kealpaan di saat marah, sedih dan gelisah bisa menghilangkan sabar. Genetik, emosi dan keimanan seseorang mungkin mempengaruhi tindakan mereka.

Merungkai kisah Nabi Ayub, memberi kita satu pengakuan bahawa ujian yang menimpa kita tidaklah sehebat Nabi Allah itu. Ini memberikan kita satu ikhtibar dan pengajaran supaya mengambil ujian yang mendatang sebagai bukti kasih Allah untuk meninggikan darjat hamba-hambaNya.

Nasihat buatmu dan diri ini, perbanyakkan syukur semasa senang. Moga-moga kita kita lebih tenang semasa susah. Selepas kesulitan berakhir, pasti manisnya itu lebih manis dari madu. Salam ketenangan buat hati-hati yang dirundung amarah dan kegelisahan. Bersabarlah..

-Saat masa berlalu pantas yang tidak bisa ku tahan-





This entry was posted on Wednesday, November 10, 2010 at 7:32 AM . You can follow any responses to this entry through the comments feed .

0 comments

Post a Comment